FF EXO : The Tree of Life & The 12 Forces (Chapter 2)

The Tree of Life & the 12 Forces

FF EXO : The Tree of Life & The 12 Forces (Chapter 2)

Sekali lagi, ini adalah 100% hasil pemikiran & imajinasi author. Maaf jika ada persamaan nama, judul maupun setting, karena semua itu hanyalah kebetulan. Arasseo?

 

*Comment sangat dibutuhkan

Warning! Typo bertebaran dimana-mana.

 

Tittle : The Tree of Life & The 12 Forces

Author : LeeTa

Genre : Fantasy, Friendship, Drama, Family, Romance, etc.

Cast : 12 Member EXO

 

Summary :

“Dan ketika ke 12 Ksatria berkumpul. Itulah saat dimana mereka berubah menjadi Legends seutuhnya dan kedua bagian sang pohon kehidupan kembali bersatu.”

~^^Happy Reading^^~

 

*^^________^^*

 

“Hei, Kim Suho… Kami berusia 21 tahun di tanggal 21 Desember mendatang…”

‘DEGG’

Jantungku tercekat hebat mendengar pernyataan Baekhyun barusan.  Kalimat itu sungguh seakan-akan menjadi sebuah tamparan telak tepat mengenai wajahku, yang seketika membungkam gelak tawaku yang terumbar sempurna. Ku mematung ditempat tanpa berekspresi. Kurasakan wajahku yang kini mulai memanas. Tak dapat kupungkiri, kini aku… aku benar-benar shock.

“Apakah maksud dari reaksi itu… Kim Suho?”

“Kalian ingin mengerjaiku” akhirnya kumulai berkata-kata.

Belum sepenuhnya pikiranku tersadar akan situasi ini. Ketika tatapan mereka berubah serius kearahku. Kulihat sebuah senyum tipis yang terlihat dari raut wajah mereka ketika mengunciku dalam tatapan seriusnya.

“Kami mendengar berita mengenai dirimu kemarin, dan kami tertarik”

Kumelirik kearah Baekhyun. Dan ia segera membetulkan posisi duduknya mendekat ke arahku.

“Dengar. Aku sama sekali tidak mengerti dengan perkataan ataupun yang kalian maksud. Jadi, silahkan kalian pergi. Sebentar lagi saudaraku akan datang dan aku ingin makan. Arasseo?”

Ku palingkan pandanganku. Kucoba melihat keseluruh ruangan, dan mencari sosok Jae Mi yang sedari tadi belum kembali. Hhh… dasar. Kemana gadis ini.

“Jangan berusaha mempungkirinya dan berpura-pura tidak mengerti… Kim Suho dengarkan… Kami sama sepertimu.”

Sekali lagi jantungku tercekat hebat mendengar ucapan Xiumin barusan. Sama sepertiku? Hhh… apa maksudnya?. Belum sepenuhnya bisa ku cerna baik-baik ucapan Xiumin itu, Baekhyun kembali menambahkan.

“Kami belum bertemu dengan pemuda bernama Chanyeol itu. Tapi… kami yakin. Dia salah satu dari kita.”

“Kita?!! Hhh… Apa yang kau maksud dengan Kita? Kau pikir diriku itu apa huh?!!”

Belum sempat kuluapkan rasa emosi beserta penasaranku. Kurasakan sebuah tangan menarik tangan kananku dengan cepat.

“Ya! Apa yang kau lakukan?!!”

Aku melotot tajam kearah Xiumin. Namja ini benar-benar… kurasakan genggaman tangannya mencengkeram telapak tanganku dengan kuat. Sekilas kuarahkan pandanganku kearah Baekhyun. Dan tampak ia tersenyum tipis. Membuatku benar-benar terasa panas. Kualihkan pandanganku kembali kearah Xiumin. Ku sedikit terdiam menatap raut wajahnya yang berubah serius kearahku.

‘Deph’

‘Apa yang terjadi?’. Mataku membulat heboh. Mendapati tanganku kini perlahan terselimuti oleh lapisan es. Dingin… Ah anya. Rasa dingin itu kini beralih menjadi rasa panas yang menusuk-nusuk kulit tanganku. Kurasakan nyeri  bagaikan tetusuk puluhan jarum hingga menusuk tulang-tulang jemariku. Aku meronta keras dan sekuat tenaga kusibakkan tangan Xiumin dari genggamannya ke pada tanganku.

Dengan seketika kulepaskan i-phone yang ada di genggaman tangan kiriku lalu berusaha memecahkan lapisan es yang kini menyelimuti hampir seluruh permukaan telapak tangan kananku itu. Masih dengan usaha kerasku menahan sakit ini. Serta pengenbalian pikiranku yang belum sepenuhnya sadar. Tiba-tiba saja sebuah tangan lain menyeruak kearah depan muka-ku dan seketika membuatku terperanjat kaget dari dudukku dan nyaris terjatuh dari kursi, ketika tangan itu mengeluarkan sebuah sinar yang sangat menyilaukan darinya. Sesaat sinar itu hampir saja membuatku buta.

‘Ah. Sial.’

 

Aku membetulkan posisi dudukku dan berusaha memperjelas penglihatanku kembali. Kini telapak tanganku sudah berhasil terlepas dari lapisan es mengerikan tadi. Aku menatap kearah dua namja di depanku ini dengan masih memicingkan kedua mataku. Sungguh… aku tadi mengira diriku akan benar-benar buta.

Kutatap kedua namja ini lekat-lekat. Kumencoba mencari titik focus pada pikiranku yang sedari tadi menghilang entah kemana. Kucoba mencerna situasi yang tak ter-arti-kan ini. Dan mencari-mencari secerca jawaban dari raut ekspresi dari kedua namja ini. Tapi nihil. Mereka justru tersenyum bangga kearahku. Dan itu sulit untuk kuartikan.

Aku benar-benar terpaku ditempat…

“Kalian siapa?”

 

*AUTHOR POV

 

“Kalian siapa?”

Terdengar suara seorang yeoja memecah keheningan… Jae Mi yang membawa dua nampan besar berisi makanan terus melirik kearah Xiumin dan Baekhyun secara bergantian. Ia menaruh sebuah nampan dihadapan Suho dan kemudian duduk disampingnya.

“Geurrae. Kami pamit dulu”

Baekhyun berdiri diikuti oleh Xiumin.

“Kami besok diwaktu istirahat ada disana…”

Terang Xiumin sembari menunjuk kearah sebuah sudut tertentu di area Washington Square Park.

“Jika kami beruntung. Besok kami akan membawa seorang teman untukmu. Bye!”

Baekhyun beranjak pergi kemudian diikuti oleh Xiumin di belakangnya. Mereka berjalan menjauh dan  hilang di balik pintu.

“Mereka siapa?”

Jae Mi melirik kearah Suho yang kemudian dijawab oleh sebuah gelengan kepala darinya.

“Hhh… seharusnya kau tadi membantuku. Itu tadi berat tau!!”

Suho tidak merespon keluhan Jae Mi dan hanya termangu memikirkan sesuatu.

 

*^^_______^^*

 

“Aku rasa dia tidak akan datang”

Baekhyun mendesah panjang sembari memanyunkan bibir mungilnya kearah Xiumin yang sedari tadi mondar-mandir menunggu kedatangan seseorang.

“Kalian berdua yakin akan hal ini?”

Baekhyun dan Xiumin seketika menoleh bersamaan kearah sosok namja tinggi  yang kini tampak berdiri bingung memandang keduanya.

“Tentu saja” Sahut Baekhyun dan Xiumin bersamaan.

Xiumin yang sedari tadi mondar-mondir gak karuan, akhirnya memutuskan ikut duduk di sebelah Baekhyun di sebuah bangku kayu panjang di area taman rekreasi di kawasan area New York University itu.

Baekhyun mengalihkan pandangan kearah namja yang sedang berdiri di depannya…

“Ya! Park Chanyeol… aku masih penasaran. Mengapa waktu itu kalian mengalami kontraksi aneh ketika kalian bersentuhan. Jika kekuatanmu adalah api, setidaknya kekuatannya haruslah berhubungan denganmu.”

‘BRAKKKK’

Tampak beberapa orang berlari-lari kecil melewati ketiga pemuda itu. Yang sontak membuat ketiganya penasaran dan ikut berlari serta membaur dengan orang-orang yang mulai berkerumun.

Ternyata terjadi sebuah accident.

Sebuah mobil box yang sedang kosong tak bersopir, berjalan mundur dengan sendirinya dan menabrak sebuah taman air mancur yang berada di seberang jalan setapak dekat gedung perpustakaan. Bagian depan taman yang ditumbuhi bunga-bunga cantik tampak hancur terlindas mobil. Serta patung penyangga yang menghiasi air mancur itu tampak hancur berantakan dan menimpa bunga-bunga cantik yang ada di sekitarnya.

Kerumunan orang mulai membubarkan diri ketika pihak keamanan kampus datang dan mengamankan lokasi.

Xiumin, Baekhyun dan Chanyeol memutuskan kembali ke dalam gedung kampus dan bermaksud membatalkan rencana awal menunggu di taman.

Belum sampai mereka melangkah jauh. Baekhyun dengan tiba-tiba menghentikan langkahnya dan diikuti oleh dua namja yang lain. Ia sontak menoleh kearah suatu sudut ditaman tempat awal mereka menunggu tadi. ia berjalan cepat kearah tersebut disusul dengan kedua namja lain di belakangnya.

 

 

“Kau datang?” tanya Xiumin dari kejauhan.

Sosok itu mencari sumber suara. Lalu menoleh kebelakang dan mendapati dua sosok namja yang ia temui kemarin beserta sosok lain yang berjalan di sebelahnya. Tidak salah lagi, sosok lain itu adalah teman sekelasnya yang tidak pernah lagi bertukar sapa dengannya semenjak kejadian beberapa waktu lalu.

“Apa kau sudah memikirkannya, Kim Suho?”

Baekhyun mendekat. Dan menyilangkan kedua tangannya.

“Memikirkan apa?”

Suho mendesah pelan lalu terduduk di kursi kayu itu.

“Aku adalah api…”

Sontak mata Suho membulat heboh kearah namja yang kini sudah berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya yang ada di hadapannya itu.

Ditatapnya Baekhyun dan Chanyeol yang kini tampak saling bertukar senyum bangga dengan keadaan heran.

Xiumin yang melihatnya hanya terkekeh geli kemudian mengambil tempat disebelah Suho.

“Kau sudah melihat kemampuanku dan juga milik Baekhyun. Aku rasa kau tidak begitu terkejut akan hal itu. Karena kau juga memilikinya… entah apa itu, kami tidak tau. Kami yakin kau pasti merahasiakannya dari semua orang. Bahkan kepada orang tua atau orang terdekatmu sekalipun. Hhh… aku tau itu. Karena… aku dulu juga begitu. Tapi kami berharap, kau bisa membaginya dengan kami.”

Suho mendesah pelan mendengar penjelasan dari Xiumin.  Dicobanya mengumpulkan semua energi yang ada pada dirinya. Dan sekuat tenaga memfokuskan diri pada arah tujuannya untuk berbicara…

“Hmm…  Jika dia api. Maka… aku adalah air.”

Chanyeol yang sedari tadi sibuk bercanda dengan Baekhyun. Kini tampak melotot sempurna kearah Suho.

“Hwaaaaah… keren!! Jjang!! Itukah sebabnya ketika kita berjabat tangan waktu itu, tangan kita langsung mengeluarkan asap? Itu karena kau air, dan aku api… hwahaha”

“Itu juga kenapa air pada pemadam yang ada di seluruh ruangan waktu kejadian kemarin mendadak mati, sebelum para petugas sempat mengetahui dimana lokasi kebakaran berada… Hmm… ternyata kau yang menghentikannya.” Decak Bekhyun sembari mengernyitkan dahi.

“Sudahlah Baekhyunnie, Chanyeol-ah… sebaiknya kita langsung ke perpustakaan”

Baekhyun dan Chanyeol mengangguk cepat kearah Xiumin.

“Tunggu… Mengapa kita ke perpustakaan?”

“Sudahlah. Kajja. Kami  akan menjelaskannya disana.”

 

*^^______^^*

 

Mereka berjalan kearah perpustakaan, dan melewati tempat kejadian kecelakaan yang sempat terjadi tadi. kini di lokasi itu sudah tidak tampak lagi mobil box yang tadi mengalami kecelakaan. Hanya tampak dua orang petugas keamanan yang berdiri dan saling mengobrol di depan pintu masuk gedung perpustakaan.

Baekhyun yang berada paling depan, berjalan dengan cepat diiringi lantunan nyanyian yang lebih terdengar seperti gerutuan  keluar dari gerak bibirnya. Dia juga menggerak-gerakkan kedua tangannya dengan sesekali bertepuk tangan atau menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangannya. Ketiga temannya yang lain berjalan dibelakangnya secara berurutan seperti barisan anak TK  yang hendak mengantri untuk menyeberang jalan.

“STOP!”

Baekhyun berteriak dan menghentikan langkahnya tiba-tiba. Membuat ketiga pemuda yang berjalan dibelakangnya juga terhenti dan secara reflex saling bertubrukan satu sama lain.

“Yaaakk!! Ada apa huh?!!”

Chanyeol terpekik kesal  dan diikuti gerutuan oleh dua namja lainnya.

Baekhyun sepertinya tidak menghiraukan protes-protes dari kawan-kawannya itu. Dia justru berbalik dan melangkah maju menuju arah ke sebuah taman bunga tempat kejadian kecelakaan tadi. ketiga temannya saling bertatap bingung lalu mengikuti arah Baekhyun.

Baekhyun terdiam. Nampaknya sesuatu tengah mengganggu pikirannya…

“wae geurrae? Kajja, kita harus segera menyelesaikan ini… aku masih ada jam kuliah lagi setelah ini…”

Baekhyun sama sekali tidak bergeming mendengar protes Chanyeol dan meneruskan langkahnya.

“Apakah ada sesuatu?” Xiumin akhirnya ikut bersuara.

Baekhyun menyentuh halus dadanya.

“Aku merasakan sesuatu…”

“Merasakan apa?”

“Molla… Keundae… apa kalian tidak menyadarinya?”

Baekhyun masih tidak mengalihkan pandangannya.

“Apa?”

“Ini…”

Baekyun menunjuk kearah reruntuhan air mancur di sekitar taman bunga yang hancur tertabrak mobil tadi.

“Tadi disini ada kecelakaan kan?… dan, bukankah area ini hancur. Dan bunga-bunga ini… semuanya juga hancur.”

Baekhyun kembali berdecak. Dan diikuti oleh anggukan mengerti dari Suho yang tadi tidak sempat melihat kejadian tadi.

“Terus?”  Chanyeol bertanya kesal.

“Tapi lihat sekarang. Bunga-bunga itu! Semuanya! Yang tadi hancur dan patah… kini… kini semuanya tumbuh lagi.”

Pekik Beakhyun dengan melotot kearah Chanyeol.

“Baekhyunnie… mungkin para petugas sudah membenahinya…”

Baekhyun mengalihkan pandangan kearah Xiumin. Berusaha menyangkal pernyataannya barusan.

“Keundae, kita baru meninggalkan tempat ini kurang dari 30 menit yang lalu…”

Bekhyun masih bersikukuh. Suho pun langsung merangkul pundak Baekhyun lalu menariknya untuk segera berjalan menuju gedung perpustakaan.

Xiumin dan Chanyeol mengikuti langkah Suho yang masih berusaha keras menarik tubuh Baekhyun. Mereka berjalan melewati kedua petugas keamanan dan dengan seketika Baekhyun memberhentikan langkanhya dan memaksa Suho untuk melepaskan rangkulannya. Baekhyun berbalik dan berjalan cepat menghampiri kedua petugas tersebut.

“Emm… Morning, sir.”

Suho, Xiumin beserta Chanyeol saling bertatap bingung, kemudian berjalan mendekat kearah Baekhyun dan kedua petugas tadi berada.

“Morning…” sahut salah satu petugas dengan tubuh yang agak tambun.

“Hwaaaah… kalian benar benar hebat.”

Baekhyun mengumbar senyum lebar sembari mengacungkan kedua ibu jarinya kearah kedua petugas yang kini saling menatap heran satu sama lain.

“Anda lihat itu!” Baekhyun mulai mengarahkan pandangan kedua petugas itu dengan menunjuk kearah suatu sudut dengan telunjuknya. “Kalian benar-benar sangat cepat tanggap! Belum sampai 30 menit, tapi lihat bunga-bunga itu… suddah kembali seperti semula. Kalian tadi pasti bekerja dengan sangat cepat.”

Baekhyun kini mulai mengalihkan pandangan menatap kedua petugas dihadapannya dengan mengumbar senyum tipis yang menyiratkan sebuah maksud tertentu. Ia berusaha memancing si petugas untuk memberikan jawaban atas rasa penasarannya.

“APA YANG TERJADI?!!”

Kedua petugas itu berlari, meninggalkan keempat namja dibelakangnya yang kini tampak kaget bercampur bingung dibuatnya. Baekhyun yang saat ini jauh lebih penasaran dibanding  siapapun, respect ikut berlari menghampiri kedua petugas tadi. Lagi-lagi ketiga namja yang tersisa nampak mematung heran lalu berlari mengikuti Baekhyun.

Baekhyun menghentikan langkahnya, menyisakan jarak yang cukup jauh dengan para petugas itu berada namun masih bisa mendengar kata-perkata yang terucap dari raungan ketidak percayaan mereka.

“Kami belum sempat memindahkan bunga-bunga ini. Sungguh, ini benar-benar aneh…”

Terdengar histeris ketidak percayaan dari salah seorang tukang kebun yang sekarang tengah membaur bersama kedua petugas tadi.

Baekhyun yang mendengar itu pun kemudian tersenyum tipis menyiratkan makna didalamnya. Ketiga temannya yang melihat tingkah aneh Baekhyun hanya menatapnya bingung dengan tetap mematung ditempat.

“Apa kalian pernah berfikir, bahwa ada kekuatan yang bisa menyembuhkan segala hal. Bahkan sesuatu yang sedang sekarat sekalipun?”

“Baekhyunnie. Apakah maksudmu… sesuatu seperti kekuatan kita?”

Baekhyun membalikkan badannya dan menatap ketiganya lekat.

 

“Percayalah, kekuatan seperti itu memang ada. Dan ia ada di sekitar kita…”

 

 

*TBC

5 comments on “FF EXO : The Tree of Life & The 12 Forces (Chapter 2)

  1. akhirnya suho oppa mau mengakui nya. #tepuk tangan
    ff unne seru! aduh.. unnie bikin aq penasaran banget.. trs aq dah mengira yang datang d.o oppa eh ternyata salah, ternyata lay oppa yang datanfg
    disitu sifat baekhyun oppa sepertinya bijaksana dan juga agak cerewet aq suka itu <3
    trs ada moment BaekYeol nya.. KYAAAA!!!

    AQ SUKA BANGET FF INI !! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s